Kamis, 13 Desember 2012

“METEOROLOGI DAN KLIMATOLOGI”


KATA PENGANTAR
Puji dan Syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, berkat rahmat dan karunia-Nya,kami, dalam hal ini, saya telah menyelesaikan praktikum Meteorologi dan Klimatologi dan menyusun laporan ini sebagai data hasil pengamatan saya . Saya  juga menyampaikan terima kasih kepada pihak-pihak yang telah membantu dalam penyusunan laporan ini. Tanpa bantuan mereka, maka laporan ini tidak dapat dirampungkan. Laporan ini disampaikan untuk memenuhi tugas dari Ibu WIWIK CAHYANINGRUM, S.Si selaku dosen mata kuliah meteorology dan klimatologi kelas B ( sore ) prodi Geografi semester IV. Laporan ini berisi (penjelasan praktikum Meteorologi dan Klimatologi). Saya  berharap laporan ini dapat berguna bagi teman-teman sekalian. Saya menyadari bahwa laporan ini masih belum sempurna. Oleh karena itu saya meminta maaf bila ada kesalahan dalam kata-kata maupun penulisan laporan ini.





                                                                                                                                                                                                                                               
                                                                                                            Pontianak        juni,    2012




Daftar Isi

Kata Pengantar ..................................................................................................................... 2
Daftar Isi................................................................................................................................ 3
BAB I Pendahuluan.............................................................................................................. 4
a.       Latar Belakang..................................................................................................... 4
b.      Tujuan.................................................................................................................. 7
c.       Peserta dan waktu kunjungan lapangan ..............................................................  7
      BAB II Dasar Teori............................................................................................................... 8
a.       Sejarah Singkat Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG)…..  8
b.      Iklim dan kehidupan manusia............................................................................ 10
c.       Peran pengamatan data...................................................................................... 14
       BAB III Hasil Laporan Praktikum....................................................................................... 15
a.       Aktifitas BMKG............................................................................................... 15
b.      Jenis – jenis alat dan manfaatnya...................................................................... 17
c.       Lampiran ..........................................................................................................  38
        BAB IV Penutup................................................................................................................. 40
a.       Kesimpulan......................................................................................................  40
b.      Saran................................................................................................................ 40
         Daftar Pustaka.................................................................................................................... 41



                                                                                         


BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
Seiring dengan perkembangan zaman dan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK), manusia semakin di tuntut untuk mengetahui hal-hal yang lebih kompleks.  Dalam hal ini, manusia juga di tuntut untuk berkembang dan mampu melihat hal-hal yang menjadi fenomena penting dalam kehidupan sehari-hari.
Ilmu pengetahuan bumi dan antariksa mengenai meteorologi, klimatologi dan geofisika adalah ilmu yang sangat penting untuk dipelajari. Namun, banyak orang terutama masyarakat Indonesia yang kurang menyadari pentingnya mempelajari ilmu meteorologi, klimatologi dan geofisika, padahal tanpa mereka sadari ilmu tersebut sangat memberik manfaat yang lebih bagi kehidupan manusia. Dari ilm tersebut kita mampu mengetahui dan mendeteksi gejala-gejala alam yang terjadi di sekitar kita.
Dari uraian di atas, kita sebagai pelajar-pelajar diharapkan mampu mengetahui dan memanfaatkan ilmu pengetahuan bumi dan antariksa untuk kemaslahatan ilmu pengetahuan dan mengikuti perkembangan zaman. Dan salah satu tempat dimana kita bisa mempelajari serta melihat secara langsung adalah Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) di Stasiun Klimatologi Siantan Pontianak, Jl. Sei Nipah km 20,5 Jungkat Pontianak 78351. 
Kunjungan ke BMKG merupakan salah satu program Mahasiswa Semester IV Program studi Geografi STKIP PGRI Pontianak. Kunjungan tersebut dilakukan di BMKG karena adanya kesinambungan dengan mata kuliah Meteorologi/Klimatologi.
Selain itu, kunjungan ke BMKG juga dilatarbelakangi oleh adanya keingintahuan mahasiswa pendidikan Geografi terutama mahasiswa yang mengambil mata kuliah Meteorologi/Klimatologi sebagai wujud pencarian adanya relevansi yang ada di BMKG dengan mata kuliah tersebut.
Cuaca adalah keadaan udara pada saat tertentu dan di wilayah tertentu yang relatif sempit dan pada jangka waktu yang singkat. Cuaca itu terbentuk dari gabungan unsur cuaca dan jangka waktu cuaca bisa hanya beberapa jam saja.Misalnya: pagi hari, siang hari atau sore hari, dan keadaannya bisa berbedabeda untuk setiap tempat serta setiap jamnya. Di Indonesia keadaan cuaca selalu diumumkan untuk jangka waktu sekitar 24 jam melalui prakiraan cuaca hasil analisis Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG), Departemen Perhubungan. Untuk negara negara yang sudah maju perubahan cuaca sudah diumumkan setiap jam dan sangat akurat (tepat).Iklim adalah keadaan cuaca rata-rata dalam waktu satu tahun yang penyelidikannya dilakukan dalam waktu yang lama (minimal 30 tahun) dan meliputi wilayah yang luas.
Cuaca dan iklim memiliki peranan yang penting dalam kehidupan manusia. Cuaca dan iklim merupakan salah satu komponen ekosistem alam. Kehidupan manusia sangat dipengaruhi oleh keadaan cuaca dan iklim, mulai dari jenis pakaian, makanan, bentuk rumah, pekerjaan sampai rekresi tidak terlepas dari pengaruh atmosfer beserta proses – prosesnya. Cuaca dan iklim selalu menyertai dan mempengaruhi kehidupan manusia di bumi. Nahkoda kapal, pilot pesawat terbang nelayan dan petani dalah sebagian banyak dari sekian banyak orang yang sangat memerlukan keterangan atau data cuaca dan iklim untuk melaksanakan pekerjaannya dengan baik. Oleh karena itu, pengertian tentang cuaca dan iklim perlu dipelajari untuk mendapat suatu pertimbangan dalam kehidupan kita sehari – hari. Iklim memegang peranan yang sangat penting dalam bidang pertanian yang merupakan salah satu kegiatan manusia untuk memenuhi kebutuhan  yang berupa pangan, sandang, peralatan dan lain – lain. Variasi – variasi cuaca dan iklim mengendalikan seluruh fase produksi tanaman maupun tanah.
Cuaca dan iklim muncul setelah berlangsung suatu proses fisik dan dinamis yang kompleks yang terjadi di atmosfer bumi. Kompleksitas proses fisik dan dinamis di atmosfer bumi ini berawal dari perputaran planet bumi mengelilingi matahari dan perputaran bumi pada porosnya. Pergerakan planet bumi ini menyebabkan besarnya energi matahari yang diterima oleh bumi tidak merata, sehingga secara alamiah ada usaha pemerataan energi yang berbentuk suatu sistem peredaran udara, selain itu matahari dalam memancarkan energi juga bervariasi atau berfluktuasi dari waktu ke waktu (Winarso, 2003). Perpaduan antara proses-proses tersebut dengan unsur-unsur iklim dan faktor pengendali iklim menghantarkan kita pada kenyataan bahwa kondisi cuaca dan iklim bervariasi dalam hal jumlah, intensitas dan distribusinya. Eksploitasi lingkungan yang menyebabkan terjadinya perubahan lingkungan serta pertambahan jumlah penduduk bumi yang berhubungan secara langsung dengan penambahan gas rumah kaca secara global akan meningkatkan variasi tersebut. Keadaan seperti ini mempercepat terjadinya perubahan iklim yang mengakibatkan penyimpangan iklim dari kondisi normal.
Cuaca dan iklim memiliki elemen – elemen yang sama. Oleh karena itu, hamper tidak bisa dipisahkan apabila kita membicarakan satu diantaranya. Perbedaan diatara keduanya sebetulnya hanya dalam hal ruang pengamatan dan waktu, dimana iklim menduduki tempat yang lebih luas dan dalam waktu yang relative lebih lama, sedangkan cuaca memiliki ruang lingkup yang sempit dan dan kurun waktu yang lebih singkat ( harian ). Sedangkan ilmu yang mempelajari cuaca dan iklim adalah meteorology dan klimatologi.
Meteorologi adalah ilmu yang mempelajari tentang proses – proses fisika yang terjadi di atmosfer ( paling sedikit sampai batas tropopause ) pada saat tertentu, beserta kejadian – kejadian atau fenomena – fenomena fisik di atmosfer. Adapun kejadian – kejadian fisik yang dipelajari terbatas dalam waktu yang singkat ( day- to- day ), sedangkan yang dimaksud dengan fenomena – fenomena fisik di atmosfer meliputi : temperature, tekanan udara, angin, kelembapan, awan dan hujan. Hal ini disebut dengan elemen – elemen iklim. Sedangkan pengertian iklim berdasarkan batasan diatas adalah rerata dari kondisi fisik ( temperature, tekanan udara, angin, kelembaban, dan hujan ) di atmosfer dalam waktu yang lama atau luas. Dalam pengertian ini, iklim merupakan suatu generalisasi dari variasi keadaan – keadaan cuaca harian. Rentang waktu cuaca hanya bersifat harian sedangkan iklim memiliki rentang waktu yang panjang dan hanya bisa berubah dalam jangka waktu 30 tahun.
Klimatologi didefinisikan sebagai ilmu yang memberi gambaran dan penjelasan penjelasan sifat iklim, mengapa iklim di berbagai tempat berbeda dan bagaimana kaitan antara iklim dan aktivitas manusia, Secara mudahnya, ilmu iklim/klimatologi yaitu cabang ilmu pengetahuan yang membahas sintesis atau statistik unsur-unsur cuaca hari demi hari dalam periode tertentu (beberapa tahun) di suatu tempat dan wilayah tertentu. Sintesis Klimatologi dapat juga didefinisikan sebagai ilmu yang mempelajari jenis iklim di muka bumi dan faktor penyebabnya. Karena metereologi mencakup interpretasi dan koleksi data pengamatan maka ilmu ini memerlukan teknik statistik. Demikianlah klimatologi dapat pula disebut juga meteorologi statistik.
Konsep mengenai Meteorologi dan Klimatologi di atas merupakan materi yang telah diperoleh dalam ruang kuliah. Hal ini tidak hanya cukup pada pengetahuan konsep namun dibutuhkan bentuk pengkajian. Pengkajian konsep – konsep tersebut dilakukan dalam aplikasi di lapangan. Oleh karena itu Meteorologi dan Klimatologi yang memerlukan pengkajian lapangan, sehingga dipilih tempat di Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika ( BMKG ) Siantan, Kalimatan Barat.

B.     Tujuan
a.       Menambah khazanah keilmuan, terutama Ilmu Pengetahuan Bumi dan Antariksa.
b.      Mengetahui alat-alat yang di gunakan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) dalam melakukan berbagai penelitian .
c.       Mengetahui dan mempraktikkan teknik cara menggunakan alat-alat yang ada di Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) yang berupa simulasi.
d.      Mengetahui cara kerja si setiap stasiun Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG)
e.       Pelaksanaan pendidikan dan pelatihan keahlian dan manajemen pemerintahan di bidang meteorologi, klimatologi, dan geofisika;

C.    Peserta dan Waktu Kunjungan Lapangan
Adapun peserta kunjungan ke Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) di Stasiun Klimatologi Siantan Pontianak, Jl. Sei Nipah km 20,5 Jungkat Pontianak adalah seluruh mahasiswa Jurusan Program studi Geografi Semester IV STKIP PGRI Pontianak.
Observasi ini dilaksanakan pada hari Rabu tanggal 6 Juni 2012, di Stasiun Klimatologi Siantan Pontianak, Jl. Sei Nipah km 20,5 Jungkat Pontianak 78351.            





BAB II
DASAR TEORI
A.    Sejarah Singkat Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG)
Sejarah pengamatan meteorologi dan geofisika di Indonesia dimulai pada tahun 1841 diawali dengan pengamatan yang dilakukan secara perorangan oleh Dr. Onnen, Kepala Rumah Sakit di Bogor. Tahun demi tahun kegiatannya berkembang sesuai dengan semakin diperlukannya data hasil pengamatan cuaca dan geofisika.
Pada tahun 1866, kegiatan pengamatan perorangan tersebut oleh Pemerintah Hindia Belanda diresmikan menjadi instansi pemerintah dengan nama Magnetisch en Meteorologisch Observatorium atau Observatorium Magnetik dan Meteorologi dipimpin oleh Dr. Bergsma.
Pada tahun 1879 dibangun jaringan penakar hujan sebanyak 74 stasiun pengamatan di Jawa. Pada tahun 1902 pengamatan medan magnet bumi dipindahkan dari Jakarta ke Bogor. Pengamatan gempa bumi dimulai pada tahun 1908 dengan pemasangan komponen horisontal seismograf Wiechert di Jakarta, sedangkan pemasangan komponen vertikal dilaksanakan pada tahun 1928.
Pada tahun 1912 dilakukan reorganisasi pengamatan meteorologi dengan menambah jaringan sekunder. Sedangkan jasa meteorologi mulai digunakan untuk penerangan pada tahun 1930.
Pada masa pendudukan Jepang antara tahun 1942 sampai dengan 1945, nama instansi meteorologi dan geofisika diganti menjadi Kisho Kauso Kusho.
Setelah proklamasi kemerdekaan Indonesia pada tahun 1945, instansi tersebut dipecah menjadi dua: Di Yogyakarta dibentuk Biro Meteorologi yang berada di lingkungan Markas Tertinggi Tentara Rakyat Indonesia khusus untuk melayani kepentingan Angkatan Udara. Di Jakarta dibentuk Jawatan Meteorologi dan Geofisika, dibawah Kementerian Pekerjaan Umum dan Tenaga.
Pada tanggal 21 Juli 1947 Jawatan Meteorologi dan Geofisika diambil alih oleh Pemerintah Belanda dan namanya diganti menjadi Meteorologisch en Geofisiche Dienst. Sementara itu, ada juga Jawatan Meteorologi dan Geofisika yang dipertahankan oleh Pemerintah Republik Indonesia , kedudukan instansi tersebut di Jl. Gondangdia, Jakarta.
Pada tahun 1949, setelah penyerahan kedaulatan negara Republik Indonesia dari Belanda, Meteorologisch en Geofisiche Dienst diubah menjadi Jawatan Meteorologi dan Geofisika dibawah Departemen Perhubungan dan Pekerjaan Umum.
Selanjutnya, pada tahun 1950 Indonesia secara resmi masuk sebagai anggota Organisasi Meteorologi Dunia (World Meteorological Organization atau WMO) dan Kepala Jawatan Meteorologi dan Geofisika menjadi Permanent Representative of Indonesia with WMO.
Pada tahun 1955 Jawatan Meteorologi dan Geofisika diubah namanya menjadi Lembaga Meteorologi dan Geofisika di bawah Departemen Perhubungan, dan pada tahun 1960 namanya dikembalikan menjadi Jawatan Meteorologi dan Geofisika di bawah Departemen Perhubungan Udara.
Pada tahun 1965, namanya diubah menjadi Direktorat Meteorologi dan Geofisika, kedudukannya tetap di bawah Departemen Perhubungan Udara.
Pada tahun 1972, Direktorat Meteorologi dan Geofisika diganti namanya menjadi Pusat Meteorologi dan Geofisika, suatu instansi setingkat eselon II di bawah Departemen Perhubungan, dan pada tahun 1980 statusnya dinaikkan menjadi suatu instansi setingkat eselon I dengan nama Badan Meteorologi dan Geofisika, dengan kedudukan tetap berada di bawah Departemen Perhubungan.
Pada tahun 2002, dengan keputusan Presiden RI Nomor 46 dan 48 tahun 2002, struktur organisasinya diubah menjadi Lembaga Pemerintah Non Departemen (LPND) dengan nama tetap Badan Meteorologi dan Geofisika.
Terakhir, melalui Peraturan Presiden Nomor 61 Tahun 2008, Badan Meteorologi dan Geofisika berganti nama menjadi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dengan status tetap sebagai Lembaga Pemerintah Non Departemen.
Pada tanggal 1 Oktober 2009 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun  2009 tentang Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika disahkan oleh Presiden Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono. (unduh Penjelasan UU RI Nomor 31 Tahun 2009).




B.        Iklim dan kehidupan manusia
Pada umumnya orang sering menyatakan bahwa iklim sama saja dengan cuaca, padahal kedua istilah tersebut adalah suatu kondisi yang tidak sama.
Iklim adalah keadaan cuaca rata-rata dalam waktu satu tahun yang penyelidikannya dilakukan dalam waktu yang lama (30-100tahun) dan meliputi wilayah yang luas serta sulit untuk diprediksi. Ilmu yang mempelajari seluk beluk tentang iklim disebut klimatologi.
Cuaca adalah keadaan udara pada saat tertentu dan di wilayah tertentu yang relatif sempit dan pada jangka waktu yang singkat. Cuaca terbentuk dari gabungan unsur cuaca dan jangka waktu cuaca bisa hanya beberapa jam saja dan mudah untuk diprediksi. Ilmu yang mempelajari seluk beluk tentang cuaca disebut meteorologi.
Di Indonesia terdapat tiga jenis iklim yang mempengaruhi iklim di Indonesia, yaitu iklim musim (muson), iklim tropica (iklim panas), dan iklim laut.
·         Iklim Musim (Iklim Muson)
Iklim jenis ini sangat dipengaruhi oleh angin musiman yang berubah-ubah setiap periode tertentu. Biasanya satu periode perubahan angin muson adalah 6 bulan. Iklim musim terdiri dari 2 jenis, yaitu Angin musim barat daya (Muson Barat) dan Angin musim timur laut (Muson Tumur). Angin muson barat bertiup sekitar bulan oktober hingga april yang basah sehingga membawa musim hujan/penghujan. Angin muson timur bertiup sekitar bulan april hingga bulan oktober yang sifatnya kering yang mengakibatkan wilayah Indonesia mengalami musim kering/kemarau.
·         Iklim Tropis/Tropika (Iklim Panas)
Wilayah yang berada di sekitar garis khatulistiwa otomatis akan mengalami iklim tropis yang bersifat panas dan hanya memiliki dua musim yaitu musim kemarau dan musim hujan. Umumnya wilayah Asia tenggara memiliki iklim tropis, sedangkan negara Eropa dan Amerika Utara mengalami iklim subtropis. Iklim tropis bersifat panas sehingga wilayah Indonesia panas yang mengundang banyak curah hujan atau Hujan Naik Tropika.
·         Iklim Laut
Indonesia yang merupakan negara kepulauan yang memiliki banyak wilayah laut mengakibatkan penguapan air laut menjadi udara yang lembab dan curah hujan yang tinggi.
Perilaku dan pola hidup manusia saat ini banyak mengakibatkan terjadinya efek rumah kaca . Ini menyebabkan suhu dipermukaan bumi meningkat. Efek rumah kaca terjadi karena adanya pencemaran udara di atmosfer, antara lain oleh gas-gas CO2, metana, N2O, dan CFC. Hal ini juga memicu adanya pemanasan global yang salah satu contohnya adalah mengakibatkan kenaikan suhu dipermukaan laut. Secara umum, akibat yang ditimbulkan oleh adanya pemanasan global ada dua, yaitu terjadinya perubahan iklim global dan naiknya permukaan laut. Karena itu mari kita sebagai manusia yang berpendidikan untuk mengurangi hal-hal yang dapat mengakibatkan pemanasan global.
Pembagian Iklim
Hingga saat ini klasifikasi iklim banyak berdasarkan penggunaan dalam ilmu pertanian. Untuk aplikasi arsitektural, pembagian iklim lebih erat hubungannya dengan faktor kenyamanan atau comfort. Dalam hat ini iklim selanjutnya dapat dibagi menjadi empat bagian:
·         Iklim Dingin (Cold Climate)
Masalah utama dari iklim ini adalah kurangnya panas dari radiasi matahari Suhu udara rata-rata -15o C, dengan kelembaban relatif yang rata-rata tinggi selama musim dingin.
·         b. Iklim Moderat
Iklim ini ditandai dengan variasi panas yang berlebihan dan dingin yang berlebihan pula, namun tidak terlalu menyolok. Suhu udara rata-rata terendah pada musim dingin ialah -15o C dan suhu terpanas adalah sekitar 25o C.
·         Iklim Panas Kering
Iklim ini ditandai dengan panas yang berlebihan, udara kering, suhu udara rata-rata 25o C - 45o C terpanas dan 10o C terdingin disertai dengan kelembaban relatif yang sangat rendah.
·         Iklim Panas Lembab
Iklim ini ditandai dengan panas yang berlebihan disertai dengan kelembaban relatif yang tinggi pula. Suhu udara rata-rata di atas 20o C dengan kelembaban relatif sekitar 80-90 %.
Komponen-komponen Iklim
Komponen-komponen iklim terdiri atas:
·         Angin (Air Movement)
Adalah pergerakan udara atau udara yang bergerak. Gerakan mempunyai arah dan kecepatan (v) serta percepatan (a). Angin merupakan gerak akibat/penyeimbang di dalam kumpulan partikel-partikel udara. Apabila sebagian partikel-partikel tersebut mendapat/menerima energi sehingga geraknya semakin cepat - keregangan meningkat dan berat jenis berkurang yang menyebabkan pergolakan volume udara tersebut terhadap partikel yang lain.
·         . Kelembaban
Adalah Jumlah kandungan uap air dalam satuan volume udara. Iklim laut ditandai dengan kelembaban tinggi sedangkan iklim kontinental ditandai dengan kelembaban rendah.
·         Curah Hujan
Adalah frekuensi dan banyaknya hujan yang terjadi di suatu daerah. Curah hujan tinggi (1800m/tahun) Radiasi matahari tinggi (matahari bersinar sepanjang tahun) Temperatur udara relatif panas sampai dengan nikmat, Kelembaban tinggi (mencapai lebih dari 90%), Aliran udara relatif sesuai kebutuhan manusia, Amplitude temperatur antara siang-malam 2 s/d 5o C (ini karena kelembaban udara yang tinggi).
Selain ciri-ciri umum tersebut, ada pula beberapa daerah yang mempunyai keadaan iklim yang sedikit berbeda, misalnya daerah pegunungan, seperti Bandung dan Malang lebih sering terjadi hujan, atau di daerah Nusa Tenggara Timur yang paling jarang terjadi hujan, sehingga disana banyak terdapat sabana atau padang rumput dan semak-semak.
Iklim khatulistiwa, dikenal sebagai iklim hutan hujan tropis, adalah sejenis iklim tropis yang tidak mengalami musim kering, yaitu semua 12 bulan dalam setahun mencatat nilai presipitasi minimal setidaknya 60 mm (2.36 inci). Iklim khatulistiwa bukan seperti musim panas dan dingin yang signifikan, sebaliknya bercuaca panas dan lembab sepanjang tahun dengan hujan lebat yang turun pada waktu sore hampir setiap hari. Panjang waktu siangnya hampir sama setiap hari, meskipun perbedaan suhu rata-rata antara siang dan malam jauh lebih signifikan dibandingkan perbedaan suhu rata-rata antara "musim panas" dan "musim dingin". Iklim khatulistiwa biasanya ditemukan di garis lintang antara lima derajat di Utara dan Selatan dari khatulistiwa yang didominasi oleh Zona Pertemuan Antartropika. Namun demikian, di tempat lain adanya juga mikroiklim tropis, apalagi bukan semua tempat di sepanjang kawasan khatulistiwa beriklim khatulistiwa (lihat juga zona kering khatulistiwa).






Perlu kita ketahui juga bahwa iklim merupakan salah satu faktor yang sangat penting bagi kehidupan manusia. Karena iklim mempunyai peranan yang besar terhadap kehidupan seperti dalam bidang pertanian, transportasi atau perhubungan, telekomunikasi, dan pariwisata. Untuk mengetahui peranan apa saja yang diberikan terhadap kehidupan berikut uraiannya :
1.    Peranan Iklim Di Bidang Pertanian
Di Indonesia yang sebagian besar penduduknya masyarakat agraris yang bergerak di sektor pertanian, sifat-sifat iklim seperti suhu, curah hujan, dan musim sangat berpengaruh terhadap kehidupannya.
Faktor-faktor iklim seperti cuaca dan iklim benar-benar dipertimbangkan dalam mengembangkan pertanian. Kondisi suhu, curah hujan dan pola musim sangat menentukan kecocokan dan optimalisasi pembudidayaan tanaman pertanian. Misalnya, padi sangat cocok dibudidayakan di daerah yang bersuhu udara panas dengan curah hujan yang cukup tinggi. Tanaman hortikultura seperti sayur-sayuran dan buah-buahan cocok dibudidayakan di daerah sedang sampai sejuk dengan intensitas curah hujan tidak setinggi pada tanaman padi.
2.    Peran Iklim Di Bidang Perikanan dan Kelautan
Begitu pula di bidang perikanan atau kelautan, faktor iklim seperti cuaca, suhu, dan musim sangat berpengaruh, baik terhadap para nelayan maupun ikan yang akan di tangkap. Pada umumnya para nelayan mengerti benar tentang keadaan cuaca, terutama yang behubungan dengan angin dan musim. Dengan pengetahuan yang dimiliki mereka tahu kapan datangnya angin musim barat dan angin musim timur. Pada saat berhembus angin barat mereka sangat berhati-hati dalam menangkap ikan di laut. Karena musim angin barat sering menimbulkan gelombang besar yang membahayakan mereka. Dan mereka juga tahu mengenai tanda-tanda alam seperti akan datangnya badai yang besar, sehingga mereka tidak akan turun ke laut untuk menangkap ikan.

3.    Peranan Iklim untuk Telekomunkasi
Faktor cuaca dan iklim berpengaruh pula terhadap bidang telekomunikasi. Seperti arus angin dapat dimanfaatkan untuk berkomunikasi antar daerah dengan menggunakan telepon angin.Tentunya kita sudah mengetahui bahwa cuaca dan iklim merupakan akibat dari proses-proses yang terjadi di atmosfer atau lapisan udara. Lapisan udara yang menyelebungi bumi terdiri dari beberapa lapisan, di antaranya terdapat lapisan ionosfer. Lapisan ini mengandung partikel-partikel yang mengalami ionisasi sehingga bermuatan listrik. Dengan adanya lapisan ionosfer ini, maka siaran radio dan televisi dapat di dengar dan dilihat dimana-mana.
4.    Peranan Iklim untuk Pariwisata
Faktor cuaca dan iklim berpengaruh pula terhadap bidang pariwisata. Seperti cuaca cerah, banyak cahaya matahari, kecepatan angin, udara sejuk, kering, panas, dan sebagainya sangat mempengarui terhadap pelaksanaan wisata, baik wisata darat maupun laut. Dengan kondisi seperti yang telah disebutkan, maka pelaksanaan wisata akan semakin dinikmati.

C.    Peran Pengamatan dan Data
1.      Pengamatan unsur iklim dan cuaca
  1. Analisis dan prakiraan curah hujan bulanan di seluruh wilayah Kalbar.
  2. Prakiraan musim kemarau ( bln Maret )
  3. Prakiraan musim hujan ( bln September )
  4. Sebagai koordinator pos-pos hujan/ iklim di Kalbar
  5. Berkoordinasi dengan instansi terkait
  6. SOsialisasi



BAB III
HASIL LAPORAN PRAKTIKUM
A.    Aktivitas BMKG
Kunjungan ke BMKG di Stasiun Klimatologi Siantan Pontianak, Jl. Sei Nipah km 20,5 Jungkat Pontianak 78351, merupakan salah satu program Mahasiswa Semester IV Program studi Geografi STKIP PGRI Pontianak. Kunjungan tersebut dilakukan di BMKG karena adanya kesinambungan dengan mata kuliah Meteorologi/Klimatologi.
BMKG mempunyai status sebuah Lembaga Pemerintah Non Departemen (LPND), dipimpin oleh seorang Kepala Badan. BMKG mempunyai tugas : melaksanakan tugas pemerintahan di bidang Meteorologi, Klimatologi, Kualitas Udara dan Geofisika sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku. Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud diatas, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika menyelenggarakan fungsi :
1.       Perumusan kebijakan nasional dan kebijakan umum di bidang meteorologi, klimatologi, dan geofisika;
  1. Perumusan kebijakan teknis di bidang meteorologi, klimatologi, dan geofisika;
  2. Koordinasi kebijakan, perencanaan dan program di bidang meteorologi, klimatologi, dan geofisika;
  3. Pelaksanaan, pembinaan dan pengendalian observasi, dan pengolahan data dan informasi di bidang meteorologi, klimatologi, dan geofisika;
  4. Pelayanan data dan informasi di bidang meteorologi, klimatologi, dan geofisika;
  5. Penyampaian informasi kepada instansi dan pihak terkait serta masyarakat berkenaan dengan perubahan iklim;
  6. Penyampaian informasi dan peringatan dini kepada instansi dan pihak terkait serta masyarakat berkenaan dengan bencana karena factor meteorologi, klimatologi, dan geofisika;
  7. Pelaksanaan kerja sama internasional di bidang meteorologi, klimatologi, dan geofisika;
  8. Pelaksanaan penelitian, pengkajian, dan pengembangan di bidang meteorologi, klimatologi, dan geofisika;
  9. Pelaksanaan, pembinaan, dan pengendalian instrumentasi, kalibrasi, dan jaringan komunikasi di bidang meteorologi, klimatologi, dan geofisika;
  10. Koordinasi dan kerja sama instrumentasi, kalibrasi, dan jaringan komunikasi di bidang meteorologi, klimatologi, dan geofisika;
  11. Pelaksanaan pendidikan dan pelatihan keahlian dan manajemen pemerintahan di bidang meteorologi, klimatologi, dan geofisika;
  12. Pelaksanaan pendidikan profesional di bidang meteorologi, klimatologi, dan geofisika;
  13. Pelaksanaan manajemen data di bidang meteorologi, klimatologi, dan geofisika;
  14. Pembinaan dan koordinasi pelaksanaan tugas administrasi di lingkungan BMKG;
  15. Pengelolaan barang milik/kekayaan negara yang menjadi tanggung jawab BMKG;
  16. Pengawasan atas pelaksanaan tugas di lingkungan BMKG;
  17. Penyampaian laporan, saran, dan pertimbangan di bidang meteorologi, klimatologi, dan geofisika.
Dalam melaksanakan tugas dan fungsinya BMKG dikoordinasikan oleh Menteri yang bertanggung jawab di bidang perhubungan.









B.     Jenis – jenis alat dan manfaatnya
Praktikum dilaksanakan di stasiun Klimatologi Siantan Pontianak jln. Sei Nipah km 20,5 Jungkat Pontianak . Dasar acara pengenalan alat – alat meteorology di laksanakan pada hari rabu tgl 6 juni 2012 oleh mahasiswa STKIP PGRI Pontianak, Prodi Geografi, Semester 4. Praktikun mengamati alat-alat pengukur cuaca kemudian mencatat nama dan kegunaan alat, satuan dan ketelitian pengamatan, keterangan singkat dari prinsip kerja, cara kerja, cara pemasangan serta cara pengamatan. Berikut jenis-jenis alat dan manfaatnya :

1.      Penakar hujan type observatorium (Ombrometer)
               

Keterangan Gambar :
a. Mulut penakar seluas 100 cm²
b. Corong sempit
c. Tabung penampung dengan kapasitas setara 300-500 mm CH
d. Kran           
Fungsi : Mengukur jumlah hujan harian
Satuan alat : mm
Satuan pengukuran : mm
Ketelitian alat : 0,5 mm
Prinsip kerja : Penampung curah hujan
Cara kerja : Air hujan masuk kemulut penangkar kemudian melalui corong sempit masuk       ketabung penampung. Membuka kran untuk mengambil airnya, dilakukan 3 X (pukul: 07.00, 13.00, 18.00 WIB).
Alat pengukur hujan, mengukur tinggi hujan seolah-olah air yang jatuh ke tanah menumpuk ke atas merupakan kolom air. Bila air yang tertampung volumenya dibagi dengan luas corong penampung maka hasilnya dalah tinggi. Satuan yang dipakai adalah milimeter (mm). Penakar hujan yang baku digunakan di Indonesia adalah tipe observatorium. Semua alat penakar hujan yang beragam bentuknya atau yang otomatis dibandingkan dengan alat penakar hujan otomatis (OBS). Penakar hujan OBS adalah manual. Jumlah air hujan yang tertampung diukur dengan gelas ukur yang telah dikonversi dalam satuan tinggi atau gelas ukur yang kemudian dibagi sepuluh karena luas penampangnya adalah 100 cm sehingga dihasilkan satuan mm. Pengamatan dilakukan sekali dalam 24 jam yaitu pada pagi hari. Hujan yang diukur pada pagi hari adalah hujan kemarin bukan hari ini.






2.      Solarimeter tipe Combell-Stokes
               
            Keterangan Gambar :
a. Lensa bola kaca pejal, r = 7,3 cm
b. Busur pemegang bola kaca pejal
c. Sekrup pengunci kedudukan lensa
d. Sekrup pengatur kemiringan
e. Mangkuk tempat kertas pias
Fungsi : Mengukur panjang penyinaran
Satuan Alat : jam
Satuan Pengukuran : %
Ketelitian Alat : 0,5 jam
Prinsip kerja alat : Pemfokusan sinar pada bola Kristal Prinsip alat adalah pembakaran pias. Panjang pias yang terbakar dinyatakan dalam jam. Alat ini mengukur lama penyinaran surya. Hanya pada keadaan matahari terang saja pias terbakar, sehingga yang terukur adalah lama penyinaran surya terang.
Pias ditaruh pada titik api bola lensa. Pembakaran pias terlihat seperti garis lurus di bawah bola lensa. Kertas pias adalah kertas khusus yang tak mudah terbakar kecuali pada titik api lensa.
Alat dipasang di tempat terbuka, tak ada halangan ke arah Timur matahari terbit dan ke barat matahari terbenam. Kemiringan sumbu bola lensa disesuaikan dengan letak lintang setempat. Posisi alat tak berubah sepanjang waktu hanya pemakaian pias dapat diganti-ganti setiap hari.

3.      Cup counter Anemometer tinggi 2 meter
            
Fungsi alat : pengukur kecepatan angin rata-rata harian
Satuan : Km/jam
Keterangan : prinsip kerja seperti gerakan spedometer sepeda motor dalam satuan Km/jam. Kecepatan angin rata-rata harian selisih pembacaan angka dibagi 24 jam.

4.      Cup Anemometer
Keterangan Gambar :
a. Mangkok anemo
b. Pencatat jarak
c. Tiang penyangga
Fungsi : Mengukur kecepatan angin
Satuan Alat : km
Satuan Pengukuran : km/jam
Ketelitian Alat : 1 km
Prinsip kerja : GGL induksi
Cara kerja : Dengan adanya baling-baling/mangkok yang berputar jika adanya angin, kecepatan sudut putar mangkok terhadap sumbu vertikal dan kecepatan sudut putar baling-baling pada sumbu horizontal sebanding dengan laju angin dan dengan desain sistem mangkok dan baling-baling yang baik. Dengan mengukur banyaknya baling-baling berputar melalui alat mekanik dapat diketahui kecepatan anginnya.
5.      Psychrometer Standar
        
Keterangan Gambar :
a. Statif
b. Termometer bola basah
c. Termometer bola kering
d. Kain kasa yang dibasahi
e. Bejana tempat air
Fungsi : Mengukur kelembaban nisbi udara.
Satuan Alat : ºC
Satuan Pengukuran : %
Ketelitian Alat : 0,50C
Prinsip kerja : Prinsip termodinamika/adiabatik (beda TBB dan TBK)
Cara kerja : Adanya suhu bola kering (T) dan suhu bola basah (t) T lebih rendah dari pada t karena untuk penguapan air pada kran yang menbalut bola termometer bola basah, memerlukan bahang. Bahan yang diperlukan tersebut diambil dari udara yang bersentuhan dengan bola basah tersebut sehingga termometer bola basah menunjukan suhu udara tersebut yang lebih rendah. Lw adalah tekanan uap air jenuh pada suhu T yang dapat ditentukan atau dapat dicari dari diagram atau tabel yang memuat tekanan uap jenuh pada berbagai suhu.

6.      Alat Pengukur Intensitas Penyinaran
  
Keterangan :
a. Lempeng logam warna putih
b. Lempeng logam warna hitam
c. Lembar kaca pyrex
d. Pena / penera grafik
e. Silinder kertas grafik
·                     Fungsi : Mengukur intensitas penyinaran matahari
·                     Satuan Alat : cm²
·                     Satuan Pengukuran : kal/cm² per hari
·                     Ketelitian Alat : 1 cm²
·                     Prinsip kerja : Berdasarkan perbedaaan muai antara lempeng logam hitam dengan lempeng logam putih.
·                     Cara kerja : Logam putih memantulkan radiasi yang jatuh kepermukaan, sedang logam hitam bersifat menerimanya sehingga perbedaan murni akan dapat menunjukkan besarnya intensitas radiasi matahari yang ditangkap oleh sensor.

7.      Termometer Tanah Tipe Symons
         
Keterangan Gambar :
a.       Bagian sensor
b.      Termometer zat cair
c.       Reservoir
d.      Rantai
Fungsi : Mengukur suhu tanah kedalaman 50 cm.
Satuan Alat : ºC
Satuan Pengukuran : ºC
Ketelitian Alat : 0,5ºC
Prinsip kerja : Pemuaian air raksa
Kelebihan alat ini yaitu termometer zat cairnya terlindung oleh pipa pelindung. Kekurangannya yaitu tanah harus dilubangi sedalam 50 cm dengan bor dan pembacaan skala suhu harus dilakukan dengan cepat saat skala terlihat agar tidak terpengaruh oleh suhu udara permukaan luar.
Cara kerja :
2.      Cara Pemasangan :
a.       Dibuat lubang pada tanah dengan jeluk tertentu dengan bor.
b.      Bagian reservoir termometer dimasukkan lubang kemudian ditimbun kembali dengan tanah bekas galian.
3.      Cara Pengamatan :
a.       Termometer diangkat dari selubung bagian pelindung, suhu tanah dapat dibaca langsung pada skala yang ditunjuk.
b.      Pembacaan harus dilakukan dengan cepat.
















8.      Termometer Biasa
        
Keterangan Gambar :
a. Reservoir
b. Pipa kapiler berisi raksa atau alkohol
Fungsi : Mengukur suhu udara.
Satuan Alat : ºC
Satuan Pengukuran : ºC
Ketelitian Alat : 0,5ºC
Prinsip kerja : Berdasarkan kepekaan zat cair terhadap perubahan suhu.
Cara kerja : Jika suhu naik air raksa mengembang dan panjang kolom air raksa dalam tabung bertambah, sebaliknya jika penurunan suhu air raksa mengerut dan kolom dalam air raksa memendek
Alat ini diisi oleh air raksa sebagai bahan pengukur suhu, air raksa ini jika suhu tinggi maka air raksa ini akan memuai dan menunjukan angka tertentu dan jika suhu turun (rendah) maka air raksa itu akan mengkerut dan suhu akan mengecil, biasnya alat ini untuk mengukur suhu udara terbuka. Kelebihan alat ini adalah mudah cara pemakaian dan pengamatannya karena air raksa yang digunakan tampak mengkilap. Sedangkan kekurangannya adalah air raksa yang digunakan sebagai isian hanya memiliki tingkat pemuaian kecil (volume naik hanya 0,0182 % perK).

9.      Panci Penguapan ( Open Pan Evaporimeter )
     panci_penguapan&kec_angin_0   
Funsi alat         :  Pengukur  Penguapan air langsung
Satuan             :  Milimeter (mm).                       
Ukuran alat      :   Tinggi Alat 25,4 Cm, diameter alat 120.7 Cm.
Prinsip kerja    : Perbedaan ketinggian antara awal pengukuran dan akhir pengukuran akibat penguapan air.
Cara kerja        : Setiap pemutar batang pengukur disetel sehingga hook menempel pada awal air, tunggu beberapa menit dan disetel kembali sehingga hook menempel pada air dan diukur antar selisih awal dan akhir akibat evaporasi tersebut.
Alat ini bekerja pada pengukuran selisih tinggi permukaan air yaitu selisih tinggi air hari pertama dan hari kedua. Kelebihan dari piche evporimeter adalah penggunaanya lebih mudah dan murah. Kekurangannya, alat ini tidak dapat mengukur secara langsung baik penguapan dari permukaan air dalam alam, evapotranspirasi nyata, maupun evapotransporasi potensial.
Keterangan      :  Alat ini dilengkapi dengan 
1.      Thermometer air Six Bellani (Thermometer Apumg)
2.      Cup Counter anemometer tinggi 05 meter
3.      Alat pengukur tinggi permukaan air ( Hook Gauge ).

10.  Thermohygrograph
               
Fungsi alat       :  Pencatat Suhu udara dan Kelembaban Udara (Nisbi)
 Satuan            :  Derajat Calcius & Prosentase (%).
 Keterangan     :  Pias harian,  atau Mingguan.
Termograf : kenaikan suhu udara menyebabkan keping dwi logam memuai dan menggerakkan sistem tuas sehingga pena pencatat suhu udara bergerak dan menggores pada kertas grafik.
Higrograf : kenaikan kelembaban udara menyebabkan rambut menyerap uap air sehingga rambut mengembang dan akan menggerakan sistem tuas sehingga pena kelembaban udara bergerak dan menggoreskan pada kertas grafik.
a.       Sensor Suhu terbuat dari logam, bila udara panas logam memuai dan     menggerakan pena keatas, bila udara dingin mengkerut gerakan pena  turun
b.      Sensor Kelembaban udara terbuat dari rambut manusia, bila udara basah Rambut memanjang dan bila udara kering rambut memendek.
Prinsip kerja alat ini dengan pengembangan dan pengkerutan rambut akibat kelembaban didalamnya. Alat ini memberikan kejelasan data dengan gambar yang ada dikertas grafik berupa data kelembaban nisbi udara dan suhu udara dengan goresan yang tercatat dalam kertas grafik. Kelemahannya yaitu rambut yang digunakan harus benar-benar bersih untuk menjaga sifst higroskopisnya. Menggunakan prinsip dengan sensor rambut untuk mengukur kelembapan udara dan menggunakan bimetal untuk sensor suhu udara. Kedua sensor dihubungkan secara mekanis ke jarum penunjuk yang merupakan pena penulis di atas kertas pias yang berputar menurut waktu. Alat dapat mencatat suhu dan kelembapan setiap waktu secara otomatis pada pias. Melalui suatu koreksi dengan psikrometer kelembapan udara dari saat ke saat tertentu.

11.  Penakar Hujan Type Hellman
        
Fungsi alat       :  Pencatat Instensitas Curahhujan / tingkat kelebatannya
Satuan             :  Milimeter ( mm ).
Keterangan      :  * Setiap hari pias diganti (pias Harian atau Pias Mingguan).
 Hujan    dengan Instensitas lebat bentuk grafik terjal hujan dengan    intensitas Ringan  bentuk grafik landai.
                                   * Waktu terjadi dan berakhirnya hujan dapat diketahui.
Alat ini merupakan penakar hujan otomatis dengan tipe siphon. Bila air hujan terukur setinggi 10 mm, siphon bekerja mengeluarkan air dari tabung penampungan dengan cepat, kemudian siap mengukur lagi dan kemudian seterusnya. Di dalam penampung terdapat pelampung yang dihubungkan dengan jarum pena penunjuk yang secara mekanis membuat garis pada kertas pias posisi dari tinggi air hujan yang tertampung. Bentuk pias ada dua macam, harian dan mingguan. Pada umumnya lebih baik menggunakan yang harian agar garis yang dibuat pena tidak terlalu rapat ketika terjadi hujan lebat. Banyak data dapat dianalisadari pias, tinggi hujan harian, waktu datangnya hujan, derasnya hujan atau lebatnya hujan per satuan waktu.

12.  Sangkar Meteorologi
      sangkar_met
Funsi alat              :  Tempat meletakan peralatan Meteorologi
Satuan             :  -
Keterangan    :  Berventilasi, Double Jalusi  guna untuk mengalirkan udara masuk- keluar                  
                          Dicat putih agar memantulkan cahaya (merupakan konversi dari WMO)
Sangkar Meteorologi dibuat dari kayu yang baik ( jati/ Ulin) sehingga tahan terhadap perubahan cuaca. Sangkar dicat putih supaya tidak banyak menyerap radiasi panas matahari. Sangkar dipasang dengan lantainya berada pada ketinggian 120 cm diatas tanah berumput pendek, sedangkan letaknya paling dekat dua kali ( sebaiknya empat kali) tinggi benda yang berada di sekitarnya.
Sangkar harus dipasang kuat, berpondasi beton, sehingga tidak dapat bergerak atau bergoyang jika angin kencang. selain itu agar angkar tidak mudah di makan rayap.
Sangkar mempunyai dua buah pintu dan dua jendela yang berlubang-lubang/kisi. Lubang/kisi ini memungkinkan adanya aliran udara. Temperatur dan kelembaban udara didalam sangkar mendekati/hampir sama dengan temperatur dan kelembaban udara diluar.
Sangkar dipasang dengan pintu membuka/menghadap Utara-Selatan, sehingga alat-alat yang terdapat didalamnya tidak terkena radiasi matahari langsung sepanjang tahun. jika matahari berada pada belahan bumi selatan pintu sebelah utara yang dibuka untuk observasi atau sebaliknya.
Sangkar meteorologi umumnya dipasang di dalam taman alat-alat meteorology. Pemasangan alat-alat meteorologi didalam sangkar dimaksudkan agar hasil pengamatan dari tempat-tempat dan waktu yang berbeda dapat dibandingkan satu sama lain. Selain itu, alat-alat yang terdapat didalamnya terlindung dari radiasi matahari langsung, hujan dan debu.
Bentuknya terlihat seperti pada gambar.
Keterangan :
1.      Beton 1 : 2 : 3
2.      Permukaan Lantai Sangkar
3.      Pintu Sangkar 2 (dua) daun, bagian muka dan belakang.
4.      Papan Penutup Ruang Sangkar ( tebal 2 cm ) berlubang 5 (lima) @=2,5 cm.




13.  Thermometer tanah gumdul
         
Fungsi alat        :  Pengukur  Suhu tanah Gundul.
Satuan               :  Derajat Celcius                       
Keterangan       :  Kedalaman 0 cm, 5 Cm. 10 Cm, 20 Cm, 50 Cm, 100 cm.
Benda kuning pada thermometer 50 cm dan 100 cm adalah parapin yg berfungsi agar ketika         alat tersebut dibaca maka suhu tidak beru. Data suhu tanah ini digunakan dalam kegiatan pemupukan tanah.









14.  Thermometer tanah berumput
         
Fungsi alat : mengukur suhu tanah berumput
Satuan        : derajat celcius
Keterangan : kedalaman 0 cm, 5 cm, 10 cm, 20 cm, 50 cm, 100 cm. Benda kuning pada thermometer 50 cm dan 100 cm adalah parapin yang berfungsi agar ketika alat tersebut dibaca maka suhu tidak berubah. Data suhu tanah digunakan dalam kegiatan pemupukan tanah.








15.  Authomatic weather stasion
  
·         Fungsi alat : sensor pengukur suhu udara, kelembaban, tekanan udara, arah angin, kecepatan angin, curah hujan, penyinaran, suhu tanah.
·         Satuan : suhu udara = derajat celcius, tekanan : millibar, curah hujan = milimeter (mm), penyinaran matahari = langley, kecepatan angin = Knots, Km/jam. Arah angin = derajat.
·         Keterangan = dari sensor tersebut data tersimpan di dataloger dan di sambung melalui kabel ke komputer yang ada di ruangan obsarvasi untuk melihat tampilan alat tersebut








16.  Barograph
barograph)
Barograph bermanfaat untuk Alat pencatat tekanan udara secara automatis. Satuan Milibar.(mb). Alat ini memiliki Sensor yang  menggunakan tabung hampa udara atau  kotak logam yang hampa udara yg terbuat dari logam yang sangat lenting. Bila tekanan  Atmosfer berubah volume kotak berubah. Perubahan volume kotak di hubungkan dengan tangkai pena dan menggores di pias.
17.  Termometer Maksimum - Minimum Permukaan Air
              

Keterangan Gambar :
a. Reservoir
b. Pipa kapiler berisi raksa (suhu max).
c. Pipa kapiler berisi alkohol (suhu min)
d. Indeks penunjuk suhu maksimum
e. Indeks penunjuk suhu minimum
f. Pelindung reservoir
g. Pelampung
Fungsi : Mengukur suhu maksimum dan minimum permukaan air
Satuan Alat : ºC
Satuan Pengukuran : ºC
Ketelitian Alat : 0,5ºC
Prinsip kerja : Pemuaian air raksa
Cara kerja : Kenaikan suhu permukaan air menyebabkan alkohol dan air raksa memuai, pemuaian air raksa mendorong stif pada suhu tertentu. Bola suhu udara dingin air raksa mengkerut terdapat perbedaan tekanan atau kolom hampa dan kolom alkohol pada termometer minimun, maka air raksa bergerak ke termometer minimum mendorong stif sampai menuju suhu minimum tertentu.





18.  Piche Evaporimeter
   
Keterangan Gambar :
a. Tabung kaca tempat air yang berskala dalam satuan mm.
b. Kawat penjepit tempat meletakkan kertas berpori.
c. Penggantung
Fungsi : Mengukur evaporasi
Satuan Alat : ml
Satuan Pengukuran : mm
Ketelitian Alat : 0,1 ml
Prinsip kerja : Selisih tinggi permukaan air.
Cara kerja : Air yang terdapat dalam pinche evaporimeter akan menguap (yang terdapat pada tabuing yang berisi air). Kertas saring dan air dihubungkan dengan pipa kapiler yang menjaga supaya kertas saring selalu kering dan jenuh. Dari pembacaan berturut-turut volume air yang tinggal ditabung pengukur dapat diketahui banyaknya air yang hilang karena penguapan setiap saat.
Alat ini bekerja pada pengukuran selisih tinggi permukaan air yaitu selisih tinggi air hari pertama dan hari kedua. Kelebihan dari piche evporimeter adalah penggunaanya lebih mudah dan murah. Kekurangannya, alat ini tidak dapat mengukur secara langsung baik penguapan dari permukaan air dalam alam, evapotranspirasi nyata, maupun evapotransporasi potensial.
C.    LAMPIRAN
 


   
       
    









BAB IV
PENUTUP
1.      Kesimpulan
Meteorologi dan Klimatologi merupakan materi yang telah diperoleh dalam ruang kuliah. Hal ini tidak hanya cukup pada pengetahuan konsep namun dibutuhkan bentuk pengkajian. Pengkajian konsep – konsep tersebut dilakukan dalam aplikasi di lapangan. Oleh karena itu Meteorologi dan Klimatologi yang memerlukan pengkajian lapangan, sehingga dipilih tempat di Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika ( BMKG ) Siantan, Kalimatan Barat.
Dari itu BMKG mempersiapkan alat-alat yang digunakan pada stasiun klimatologi untuk mengontror kegiatan tersebut yang mana alat – alat tersebut terdapat di atas. Data yang dihasilkan oleh masing-masing alat pengukurt tersebut  memiliki kualitas dan manfaar yang berbeda-beda yang dmana fungsinya mengetahui keadaan cuaca dan iklim yang ada di daerah tersebut.
2.      Saran
1.      Bagi mahasiswa: dengan adanya Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika ( BMKG ) Siantan, Kalimatan Barat dapat membantu proses pembelajaran yaitu pada materi perkuliahan Meteorologi dan Klimatologi
2.      Bagi petugas BMKG : agar selalu memperhatikan alat – alat klimatologi yang terdapat di kantor BMKG Pontianak karena informasi yang diperoleh dari alat tersebut sangat berpengaruh terhadap aktivitas kehidupan manusia.




Daftar Pustaka
·         Buku meteorology
·         Buku panduan praktikum

Tidak ada komentar:

Posting Komentar